Langkah 4: Membangun Tim yang Solid

by -1423 Views

Pemimpin tidak bekerja sendirian. 

Kepemimpinan yang efektif bukan sekadar kemampuan mengatur individu, tetapi kemampuan mengubah kumpulan orang menjadi tim yang solid, terkoordinasi, saling percaya, memiliki kejelasan peran, dan memikul tanggung jawab bersama. 

Inilah fondasi high-performance team sekaligus prinsip penting dalam Amal Jama’i.

Individual versus Team

Laurie J. Mullins dalam Management & Organisational Behaviour menjelaskan kelompok sebagai “sejumlah orang yang (1) berinteraksi satu sama lain; (2) secara psikologis sadar satu sama lain; dan (3) mempersepsikan diri mereka sebagai sebuah kelompok”. Namun kelompok belum tentu menjadi tim.

Jerald Greenberg dalam Behavior in Organizations mendefinisikan tim sebagai “sebuah kelompok yang anggotanya memiliki keterampilan yang saling melengkapi dan berkomitmen pada tujuan bersama atau serangkaian sasaran kinerja yang di dalamnya mereka menganggap diri mereka bertanggung jawab secara bersama-sama”.

Perbedaannya terletak pada interdependensi. Mullins menegaskan bahwa “tim terjadi ketika sejumlah orang memiliki tujuan bersama dan menyadari bahwa kesuksesan pribadi mereka bergantung pada kesuksesan orang lain. Mereka semua saling bergantung”. Karena itu, membangun tim berarti menggeser cara berpikir dari “saya” menjadi “kita”.

Team Purpose dan Pembagian Peran

Tim membutuhkan tujuan bersama (team purpose). Greenberg menegaskan bahwa “anggota berbagi tujuan bersama” (members share common goals). 

John Adair dalam The John Adair Handbook of Management and Leadership melalui Action-Centred Leadership menyebut kebutuhan pertama sebagai “kebutuhan tugas: untuk mencapai tugas bersama” (Task need: to achieve the common task). Karena itu, pemimpin harus “beri tahu kelompok apa yang harus dilakukan dan mengapa”.

Setelah tujuan jelas, diperlukan role differentiation. Greenberg mendefinisikan peran sebagai “perilaku khas yang mencirikan seseorang dalam konteks sosial tertentu”. Dalam praktiknya terdapat task-oriented role, relations-oriented role/socioemotional role, dan self-oriented role.

Mullins menjelaskan Belbin’s Team Roles: Plant, Resource Investigator, Co-ordinator, Shaper, Monitor-Evaluator, Teamworker, Implementer, Completer, dan Specialist. Prinsipnya adalah complementarity. Mullins menegaskan, “perilaku berbagai anggota tim harus saling bertautan untuk mencapai tujuan”. Karena itu, tim membutuhkan doers, knowers, solvers, checkers, dan carers.

Team Norms, Cooperation, dan Team Cohesion

Tim yang kuat memerlukan team norms, yaitu “aturan informal yang disepakati secara umum yang memandu perilaku anggota kelompok” (Greenberg, Behavior in Organizations). 

Mullins mengutip Riches bahwa “satu cara untuk meningkatkan kinerja tim adalah dengan menetapkan norma atau aturan yang disepakati tentang bagaimana tim beroperasi dan secara ketat mematuhinya”.

Norma yang sehat mencegah free-riding dan membangun disiplin kolektif. Karena itu, pemimpin harus memengaruhi kelompok sejak tahap norming stage, ketika pedoman dan standar perilaku mulai terbentuk.

Selanjutnya diperlukan cooperation dan team cohesion. Greenberg mendefinisikan kohesivitas sebagai “kekuatan keinginan anggota kelompok untuk tetap menjadi bagian dari kelompok mereka”, yang melahirkan esprit de corps, belonging, atau “perasaan ‘kita’ (a ‘we’ feeling)”. Tim biasanya berkembang melalui forming, storming, norming, dan performing.

Trust dan Mengelola Perbedaan

Tidak ada tim solid tanpa trust. Mullins mengutip McKenna dan Maister: “Tugas pemimpin kelompok adalah mendorong orang-orang untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain dalam kelompok mereka” sehingga lahir komitmen, kreativitas, kepuasan profesional, dan kinerja yang lebih baik.

Dalam perspektif Amal Jama’i, Musthafa Masyhur dalam Al Qiyadah wal Jundiyah menegaskan: “Persaudaraan dan cinta karena Allah antara pimpinan dan anggota adalah persoalan yang harus diwujudkan di tengah-tengah kaum Muslimin, khususnya di kalangan pendukung da’wah dan harakah. Persaudaraan karena Allah merupakan asas ‘Amal Jama’i”.

Masyhur juga mengingatkan bahwa “Tingkat persaudaraan terendah ialah berbaik sangka, yang tertinggi ialah mengutamakan saudaranya di atas dirinya sendiri”. Sebaliknya, “Penyakit yang sangat berbahaya terhadap ‘Amal Islami ialah perpecahan dan perselisihan”.

Solid bukan berarti seragam. Mullins mengingatkan, “Keterampilan sejati manajemen adalah memanfaatkan sepenuhnya individualitas orang-orang demi keuntungan bersama kelompok secara keseluruhan”. Perbedaan (diversity) harus dikelola menjadi kekuatan, bukan sumber groupthink.

High-Performance Team dan Kemandirian Sistem

Tim yang matang dapat berkembang menjadi high-performance team. Mullins menegaskan bahwa “membangun tim yang sukses juga membutuhkan kepemimpinan yang efektif dengan penekanan pada kepercayaan, komunikasi yang jelas, partisipasi penuh, dan pengelolaan mandiri”.

Tujuan akhirnya bukan menciptakan tim yang bergantung kepada seorang pemimpin, tetapi sistem yang mampu melahirkan pemimpin baru. John Adair menyebut indikator keberhasilan team building: “Yang dipimpin mulai memimpin (dengan pemimpin menjadi kurang indispensable/kurang sangat diperlukan) karena telah didelegasikan, dilatih, dan didukung”.

Prinsip ini sejalan dengan Masyhur: “Pimpinan harus benar-benar merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan-persiapan sesuai dengan kemampuan” dan membagi tugas kepada anggota yang mampu memikulnya.

Inilah hakikat staffing dalam kepemimpinan: bukan sekadar menempatkan orang pada posisi, tetapi membangun tim yang mampu bekerja bersama, saling melengkapi, saling mempercayai, dan tetap berjalan meskipun figur tertentu berganti. 

Organisasi yang sehat bukan organisasi yang memiliki satu orang hebat, melainkan organisasi yang mampu melahirkan banyak orang yang siap memikul amanah. (im)

Referensi

Management & Organisational Behaviour — Laurie J. Mullins

Behavior in Organizations — Jerald Greenberg

The John Adair Handbook of Management and Leadership — John Adair

Al Qiyadah wal Jundiyah — Musthafa Masyhur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.