Dalam banyak organisasi, ada dua jebakan yang sama-sama berbahaya. Jebakan pertama adalah terlalu longgar. Semua orang bebas berpendapat, tetapi tidak ada disiplin
Yadi Mulyadi
Nilai Ekonomi Sampah
Oleh: H. Yadi Mulyadi, SHPagi ini, Minggu (12/4), saya menghadiri pelatihan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh Rumah Eco-Enzym pimpinan Deviani, berkolaborasi dengan
Servant Leadership: Peran Qiyadah dalam Menjamin Tatbiq
Oleh: Yadi Mulyadi, SH Dalam banyak kasus, organisasi bisnis, politik, maupun gerakan sosial, persoalan utamanya bukan kekurangan ide, melainkan lemahnya kepemimpinan dalam
Dari Organisasi Ideologis ke Organisasi Adaptif
Banyak organisasi lahir dari idealisme besar. Mereka dibangun dengan visi yang kuat, militansi tinggi, loyalitas yang kokoh, serta disiplin organisasi yang relatif
Blueprint Organisasi Modern Berbasis Nilai: Solid, Cerdas, dan Adaptif
Setelah membahas berbagai elemen organisasi modern dari perspektif manhaj dakwah—mulai dari sami’na, atha’na, tatbiq, jundiyah, mutaba’ah, dan lainnya—muncul satu kesimpulan penting: organisasi
Titik Rawan Ketika Kepemimpinan Kehilangan Koreksi
Setiap model organisasi memiliki kekuatan sekaligus titik rawan. Demikian pula konsep qiyadah wal jundiyah dalam manhaj dakwah Islam, yang coba kita adaptasi
Transformasi Sami’na: Menjaga Disiplin, Merawat Relevansi di Era Organisasi Modern
Setiap organisasi lahir dari kebutuhan zaman. Demikian pula konsep qiyadah wal jundiyah yang tumbuh dalam manhaj dakwah Islam, yang kita coba terjemahkan
Militansi: Siap Kerja, Bukan Sekadar Wacana
Salah satu penyakit terbesar banyak organisasi modern adalah terlalu kaya narasi tetapi miskin eksekusi. Diskusi hidup. Seminar ramai. Slogan inspiratif bertebaran. Grup
Tha’at: Ketaatan Sadar dalam Kepemimpinan Modern
Salah satu frasa yang paling sering muncul dalam tradisi organisasi dakwah adalah sami’na wa atha’na—kami mendengar dan kami taat. Frasa ini sederhana,
Membangun Mindset Pengusaha: Meluruskan Mitos-Mitos Dunia Bisnis
Salah satu karakter penting yang seharusnya dimiliki setiap Muslim adalah qadirun ‘alal kasbi, yaitu kemampuan untuk bekerja, berkarya, dan mandiri secara ekonomi.
No More Posts Available.
No more pages to load.















