Maisarah dan Pentingnya Laporan Kinerja yang Jujur

by -1356 Views

Salah satu pelajaran bisnis yang sering terlupakan adalah pentingnya informasi yang akurat. Banyak pemilik usaha gagal mengambil keputusan bukan karena kurang cerdas, tetapi karena menerima laporan yang salah. 

Data yang keliru akan melahirkan keputusan yang keliru. Sebaliknya, laporan yang jujur dapat mengubah masa depan sebuah organisasi.

Kisah Khadijah رضي الله عنها dan Maisarah memberikan pelajaran yang sangat menarik tentang hal ini.

Sebagai seorang pengusaha besar di Makkah, Khadijah رضي الله عنها mengelola perdagangan lintas negara yang menjangkau wilayah Syam. Aktivitas bisnis seperti ini tentu mengandung risiko tinggi. Pemilik modal berada di Makkah, sementara transaksi berlangsung ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya.

Karena itulah Khadijah رضي الله عنها tidak hanya membutuhkan manajer yang baik, tetapi juga sistem informasi yang dapat dipercaya.

Di sinilah peran Maisarah menjadi sangat penting.

Laporan yang Tidak Hanya Mengukur Keuntungan

Ketika Muhammad ﷺ dipercaya membawa barang dagangan Khadijah رضي الله عنها ke Syam, Maisarah ditugaskan untuk mendampingi beliau. Namun tugas Maisarah bukan sekadar membantu urusan teknis perjalanan.

Ia bertindak sebagai pengamat lapangan.

Menariknya, laporan yang dibawa Maisarah tidak hanya berbicara tentang angka keuntungan. Ia melaporkan sesuatu yang jauh lebih penting: karakter.

Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi menjelaskan bahwa Maisarah sangat mengagumi akhlak dan kejujuran Rasulullah ﷺ selama perjalanan. Semua perilaku itu kemudian dilaporkan kepada Khadijah رضي الله عنها.

Artinya, indikator keberhasilan menurut Khadijah رضي الله عنها bukan hanya profit, tetapi juga integritas.

Peter Drucker dalam The Effective Executive menulis: “What gets measured gets managed.” “Apa yang diukur akan dapat dikelola.”

Kebanyakan perusahaan hanya mengukur hasil. Khadijah رضي الله عنها mengukur hasil sekaligus prosesnya. Beliau ingin mengetahui bukan hanya berapa keuntungan yang diperoleh, tetapi bagaimana keuntungan itu diperoleh.

Inilah ciri kepemimpinan yang berkelas.

Karakter Lebih Penting daripada Kinerja Sesaat

Maisarah melaporkan bahwa Muhammad ﷺ menunaikan seluruh amanah dengan sangat baik. Beliau tidak tergoda mengambil keuntungan pribadi. Tidak memanfaatkan posisi untuk kepentingan sendiri. Tidak pula menunjukkan sikap rakus terhadap harta.

Dalam dunia bisnis modern, laporan seperti ini disebut behavioral assessment atau penilaian perilaku.

Jim Collins dalam Good to Great menulis: “The right people are your most important asset.” Orang yang tepat adalah aset terpenting Anda.

Khadijah رضي الله عنها memahami bahwa karakter yang benar akan menghasilkan kinerja yang benar secara berkelanjutan. Sebaliknya, orang yang menghasilkan keuntungan besar tetapi memiliki integritas rendah justru menjadi ancaman bagi organisasi.

Karena itu, laporan Maisarah bukan sekadar laporan perjalanan dagang. Ia adalah proses validasi terhadap kualitas manusia.

Dari Laporan Menjadi Keputusan Besar

Selain melaporkan akhlak Rasulullah ﷺ, Maisarah juga membawa kabar menggembirakan tentang hasil usaha yang diperoleh. Keuntungan yang didapat jauh melampaui standar yang biasa diterima Khadijah رضي الله عنها dari agen-agen sebelumnya.

Laporan tentang karakter dan kinerja itu berpadu menjadi satu kesimpulan yang sangat kuat: Muhammad ﷺ adalah pribadi yang amanah sekaligus kompeten.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

“Sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau ambil bekerja adalah yang kuat dan terpercaya.” (QS. Al-Qashash: 26)

Ayat ini seakan tergambar sempurna dalam diri Rasulullah ﷺ. Kuat dalam kemampuan, kuat dalam amanah.

Bagi muslimah yang sedang membangun usaha hari ini, pelajarannya sangat jelas. Jangan hanya mengejar omzet. Jangan hanya melihat angka penjualan. Bangunlah sistem laporan yang jujur. Ukur karakter selain kinerja. Pilih orang yang amanah sebelum memilih orang yang pintar.Karena pada akhirnya, sebagaimana yang dipahami Khadijah رضي الله عنها, bisnis yang bertahan lama dibangun bukan hanya oleh modal dan strategi, tetapi oleh manusia-manusia yang dapat dipercaya. (im)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.