Langkah 2: Menyusun Job Description dan Job Specification

by -1609 Views

Dalam staffing, salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah organisasi mencari orang sebelum memahami pekerjaan yang harus dilakukan. Akibatnya, proses recruitment menjadi subjektif, selection sulit diukur, dan penilaian kinerja mudah berubah menjadi persoalan persepsi.

Setelah organisasi menganalisis kebutuhan tenaga kerja, langkah berikutnya adalah menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam job description dan job specification. 

Gary Dessler dalam Human Resource Management menegaskan bahwa “manajemen sumber daya manusia sebenarnya dimulai dengan memutuskan apa yang terkandung dalam pekerjaan tersebut.”

Dengan kata lain, sebelum mencari the right person, organisasi harus terlebih dahulu memahami the right job.

Job Analysis: Titik Awal Memahami Pekerjaan

Fondasi dari job description dan job specification adalah job analysis atau analisis jabatan. Dessler mendefinisikannya sebagai “prosedur yang melaluinya Anda menentukan tugas-tugas dari posisi perusahaan dan karakteristik orang yang akan dipekerjakan untuk posisi tersebut.”

Mengapa ini penting? Karena job analysis merupakan “pusat dari hampir semua aktivitas manajemen sumber daya manusia yang diperlukan untuk keberfungsian organisasi yang sukses.”

Melalui proses ini, organisasi mengumpulkan informasi mengenai aktivitas kerja, perilaku manusia, mesin atau peralatan yang digunakan, standar kinerja, konteks pekerjaan, dan persyaratan manusia. Dengan data tersebut, manajer dapat memisahkan antara kebutuhan yang benar-benar objektif dengan asumsi atau kebiasaan lama.

Dalam praktiknya, job analysis menjadi jembatan antara organisasi dan manusia: organisasi menjelaskan apa yang harus dilakukan, sementara manusia dinilai berdasarkan kemampuan untuk melakukannya.

Job Description: Apa yang Harus Dikerjakan?

Hasil utama pertama dari job analysis adalah job description atau uraian jabatan. Dessler menjelaskannya sebagai “pernyataan tertulis tentang apa yang sebenarnya dilakukan oleh pekerja, bagaimana ia melakukannya, dan bagaimana kondisi kerja jabatan tersebut.”

Dokumen ini biasanya memuat identifikasi jabatan, ringkasan pekerjaan, hubungan kerja, tanggung jawab dan tugas, otoritas pemegang jabatan, standar kinerja, serta kondisi kerja.

Hal yang tampak sederhana ini sebenarnya sangat strategis. Deskripsi yang kabur akan menghasilkan ekspektasi yang kabur. Karena itu, Dessler menekankan pentingnya penulisan tugas secara jelas dan tidak ambigu untuk menghindari alasan klasik seorang karyawan: “Karena saya tidak tahu itu adalah tugas saya.”

Dalam perspektif manajemen, job description bukan sekadar dokumen administratif. Ia adalah kontrak ekspektasi antara organisasi dan pemegang jabatan: apa yang menjadi tanggung jawabnya, batas kewenangannya, dan hasil apa yang diharapkan.

Job Specification: Siapa yang Layak Menjalankannya?

Jika job description menjelaskan pekerjaannya, maka job specification menjelaskan orangnya.

Spesifikasi jabatan “merangkum kualitas pribadi, sifat, keterampilan, dan latar belakang yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.” Ia menjawab pertanyaan penting: “Sifat manusia dan pengalaman apa yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan ini secara efektif?”

Untuk posisi yang memerlukan training di tempat kerja, manajer juga perlu memperhatikan karakteristik yang menunjukkan “potensi untuk melakukan pekerjaan atau untuk kemampuan dilatih.”

Disinilah job specification menjadi instrumen penting dalam selection. Organisasi tidak cukup mengatakan, “Kami membutuhkan orang yang bagus.” Pertanyaannya harus lebih spesifik: kompetensi apa yang dibutuhkan? Pengalaman seperti apa? Karakter seperti apa? Tingkat pendidikan dan keterampilan apa yang relevan?

Semakin jelas jawabannya, semakin kecil kemungkinan organisasi mengalami mismatch.

Kompetensi: Melampaui Daftar Tugas

Dunia kerja terus berubah. Karena itu, organisasi tidak dapat selalu mengandalkan uraian tugas yang kaku. Dibutuhkan pendekatan berbasis competency.

Dessler mendefinisikan kompetensi sebagai “kumpulan atribut yang sangat saling terkait (seperti pengetahuan desain penelitian, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan penalaran deduktif) yang memunculkan perilaku yang dibutuhkan seseorang untuk melakukan pekerjaan tertentu secara efektif.”

Dalam competency-based job analysis, pekerjaan dijelaskan melalui “kompetensi perilaku yang dapat diukur dan diamati yang harus ditunjukkan oleh karyawan yang melakukan pekerjaan tersebut agar dapat melakukannya dengan baik.”

Pendekatan ini memberikan fleksibilitas. Seseorang tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan menyelesaikan daftar tugas, tetapi berdasarkan kapasitas untuk menghasilkan perilaku dan kinerja yang dibutuhkan organisasi. Dalam tim yang dinamis, hal ini memungkinkan seseorang berpindah dari satu tugas ke tugas lain sesuai kebutuhan.

Indikator Keberhasilan: Dari Tugas Menuju Hasil

Pada akhirnya, job description harus menjawab satu pertanyaan penting: kapan seseorang dianggap berhasil?

Dessler menjelaskan bahwa bagian standar kinerja dalam uraian jabatan “mencantumkan standar yang diharapkan perusahaan untuk dicapai oleh karyawan untuk setiap tugas dan tanggung jawab utama.”

Salah satu pendekatan praktis adalah melengkapi kalimat: “Saya akan benar-benar puas dengan pekerjaan Anda ketika…”

Jawaban atas pertanyaan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi indikator yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu—standar SMART.

Disinilah staffing mulai terhubung dengan performance management. Orang direkrut berdasarkan kebutuhan yang jelas, ditempatkan berdasarkan job specification, kemudian dinilai berdasarkan indikator yang telah disepakati.

Job description dan job specification bukan sekadar dokumen HR. Keduanya adalah blueprint yang menghubungkan pekerjaan, kompetensi, dan kinerja. Semakin jelas blueprint-nya, semakin besar peluang organisasi menempatkan the right person in the right place dan mengarahkannya pada hasil yang benar. (im)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.